Story Around League of Legends - Hasagi's Version Part I

Demacia_Grand_Plaza


“Teriakan Sang Jenderal Demacia”


Ribuan perajurit pemberani telah bangkit dan tewas dalam perang penuh pertumpahan darah antara Demacia dan musuh bebuyutannya, Noxus.
Ratusan, ribuan, bahkan jutaan perajurit telah mengorbankan nyawanya demi membela kerajaannya masing-masing.
Demacia layaknya sebuah negara yang bisa hidup dan berdiri sendiri, sumber daya alam melimpah, pertanian subur, hutan lebat, gunung yang kaya akan mineral dan dilimpahkan berbagai kekayaan alam yang indah. Tapi sayang, kini semuanya berubah,
Demacia kini menjadi sebuah medan pertempuran yang sangat mengerikan.
Living-room-home-wall-decoration-fabric-poster-Might-and-Magic-Legacy-font-b-angels-b-font
Sang surya telah menampakan cahayanya dari ufuk timur, bertandakan perang akan dimulai kembali. Para perjurit Noxus mulai mengangkat senjata mereka masing-masing. membunuh siapa saja yang menghalangi jalan mereka.
Swain_0
Pasukan Noxus yang di komandoi oleh Jericho Swain mulai maju kedepan untuk menyerang benteng Demacia yang sudah ada didepan mata.
Bola berukuran raksasa yang terbakar jatuh dari angkasa dan langsung meluluhlantakan sebagian pasukan Demacia. sekitar tiga ratus nyawa melayang dalam satu kali serangan oleh Noxus.
Prajurit Demacia berkata kepada komandan Jarvan IV, “Tuanku Jarvan apa yang harus kita lakukan? Perang hari ini baru saja dimulai, tapi lagi-lagi dengan satu kali serangan mereka sudah melenyapkan banyak pasukan kita seketika” . 

Prajurit yang lain pun langsung membalas kata-kata tadi “Ada apa ini? Apa yang sedang terjadi? Sungguh kami hanya bisa bertanya tanpa tau sama sekali apa jawaban atas semua kejadian ini. Mungkinkah ini bencana runtuhnya Demacia”


Dengan bijaknya Jarvan IV menjawab “Apa yang kalian lihat hari ini, apa yang kalian lakukan hari ini, bukanlah apa-apa. Darah yang mengucur dari luka di tubuh kalian, itu belum seberapa dan tidak sebanding dengan pengorbanan para leluhur pejuang Demacia kita terdahulu”


Jarvan pun langsung menegaskan kata-katanya lagi “Ini bukanlah saatnya untuk bertanya dan mengeluh, karena semua itu tidak ada gunanya, cepat angkat senjata kalian dan mulai lakukan serangan balasan”
Para perajurit itu pun hanya bisa terdiam, dan takut untuk kembali bertanya pada komandonya yaitu Jarvan IV. Beberapa jam setelah bola raksasa itu diluncurkan, lalu Noxus mulai kembali meyerang. Kini mereka melontarkan ribuan anak panah yang telah di beri racun mematikan. Seketika pasukan Damacia pun kembali berjatuhan.
Garen yang sudah ada di tengah-tengah pertempuran hanya bisa terdiam dan berkata dalam hati “Teman-teman, saudara-saudara dan keluarga kami dibunuh dengan sangat kejamnya oleh mereka. Lalu apa yang bisa aku lakukan? Aku sendiri pun tak berdaya melawan mereka”

Disisi lain komandan Jericho Swain sangat bahagia bahwa rencananya menaklukan Damacia akan terwujud hari ini. Dia pun tertawa dan berkata dengan sombongnya “Wahai Garen the Might of Damacia, cepat suruh pasukanmu untuk menurunkan senjatanya dan menyerah tunduk kepadaku, jika kau tidak ingin ada lagi banyak korban yang berjatuhan. Hahahaha”
Garen pun hanya terdiam dan menudukan kepalanya seolah-olah pikiran dan jiwanya kosong pada saat itu.
Garen-League-Of-Legends-Fan-Art
Di sisi lain assisten Swain berkata dengan sombong pada komandannya itu, “Tuan nampaknya para pemimpin Demacia sudah sudah tidak ada semangat lagi untuk bertempur kembali. Menurutku inilah saat yang tepat bagi kita untuk langsung menyerang benteng Demacia” .

Langsung dijawab oleh Swain dengan pelan kepada assistennya itu, “Kita tidak boleh meremehkan mereka, Demacia bukanlah kerajaan kecil dan lemah, jadi kita harus tetap berhati-hati untuk melawan mereka”.

Lalu Swain langsung berteriak kepada pasukannya untuk kembali melanjutkan serangan, dan memerintahkan pasukan bersenjata Noxus untuk melakukan serangan dari arah Barat, guna untuk meyergap dan mengepung pasukan Damacia.
Dengan cepatnya pasukan yang dipimpin oleh Kled langsung bergerak untuk mengepung pasukan Demacia. Jarvan yang mulai melihat pasukan Noxus yang datang dari arah Barat, lalu mulai memerintahkan prajuritnya untuk membuat barisan pertahanan, Tameng-tameng besarpun mulai ditumpuk untuk menghadang mereka.
Tapi sayang lagi-lagi formasi Demacia sangat mudah terpecahkan. Pasukan bersenjata Noxus berhasil menjebol tameng-tameng tersebut, dan mulai mengobrak-abrik pasukan Demacia. Sudah sangat terlihat dengan jelas bahwa Damacia kini sudah sangat kalah telak.
Jarvan IV dengan sangat menyesalnya memrintahkan pasukan Damacia untuk mundur, dan berlindung dalam benteng. Ini semua terjadi karena Jarvan tidak ingin melihat banyak korban lagi yang berjatuhan.
Sebagian besar pasukan Demacia telah mundur, Jarvan pun berteriak pada Garen yang masih ada di tengah-tengah medan tempur untuk segera mundur ke dalam benteng. Tapi Garen tidak mendengarkan sama sekali apa kata Jarvan itu, dia masih berdiam diri entah apa yang di pikirkannya itu.
***
Sementara itu Swain sudah sangat  senang sekali dan kembali tertawa dengan sangat sombongnya.“Hahahah apa kau tidak melihatnya Garen, pasukanmu sudah lari terbirit-birit meninggalkan medan tempur. Apa inikah yang di ajarkan nenek moyang Demacia kepada kalian semua, haaaahhh? Hahahahaha. Ternyata Damacia adalah bangsa pecundang, pengecut, dan penakut”

Lagi-lagi Garen hanya bisa berdiam diri. Ribuan anak panah, pedang perisai dan tombak yang menancap dan tergeletak di sekitar medan pertempuran membuat pemandangan yang sangat begitu mengerikan. Ditambah lagi banyak para perajurit yang tergeletak mati dipenuhi luka dan darah, sesekali di hinggapi burung gagak yang sedang mematuki mayat perajurit Damacia.
Sungguh suasana yang sangat menyedihkan, Garen tak kuat untuk melihat itu semua. Ksatria yang tangguh gagah dan sangat terkenal di Demacia itupun, mampu meneteskan air mata akibat semua kejadian mengerikan itu.
Dengan air mata yang masih menetes di pipinya Garen pun mulai mengangkat wajahnya. Mengangkat kembali pedangnya dengan kedua tangan. Perlahan tapi pasti Garen mulai maju menghadapi pasukan Noxus hanya dengan seorang diri. Kesedihan, amarah dan luapan emosi menjadi satu. Menjadi semangat kekuatan tersendiri bagi Garen.
Tancapan dari tombak, tebasan dari pedang tajam, dan ribuan anak panah yang membidik dirinya tidak membuat Garen berhenti. Walaupun tubuhnya sudah dipenuhi luka dan sudah banyak darah yang mengalir dari wajah Garen, tapi tetap dia terus maju kedepan untuk menyerang balik Noxus.
Tiba-tiba Garen berhenti…….. dan menancapkan pedangnya ke tanah dengan luapan amarah penuh emosi sambil berteriak dengan sangat kencang.
garen-07

DEEEMMMMAAAACCCCIIIIAAAAAA ! ! ! ! ! !
Tiba-tiba suasana hening sejenak, tidak ada satupun yang berkata dan bertarung pada saat itu, semua tercengang dan kaget mendengar suara Garen. Jarvan pun yang sedang mengatur pasukannya untuk mundur tiba-tiba terdiam begitupun dengan pasukan lainya.
Hanya Swain yang bersuara menertawakan Garen sambil berkata, “Kau ini bodoh atau sudah gila? Apa kau pikir, kau mampu mengalahkan kami hanya dengan seorang diri haaahhh?”

Garen tak menjawab sepatah katapun ocehan dari Swain itu, dengan kepala tertunduk dia masih tetap menggengam pedangnya dengan dua tangan yang sedang tertancap dalam tanah.
Tiba-tiba ada awan hitam mulai berkumpul diatas langit, suasana langsung menjadi gelap dan mencekam, ditambah banyak iringan suara petir yang bergemuruh.
Ada setitik cahaya dari atas langit hitam itu, yang lama kelamaan cahya itu semakin besar dan . . . . . . .

demacian_justice__by_jacobmasinick-d7e7of5

Jeeeeggggeeeeerrrrrrrrrrrr ! ! ! ! !  . . . . . . . . . 
Ada hantaman yang sangat keras dari atas langitt, yang langsung meluluhlantakan semua pasukan Noxus. Energi itu sangat besar mampu membuat gelombang dan hempasan angin seperti badai sehingga langsung meratakan semua di sekitar turunnya energi tersebut.
Energi itu mirip seperti pedang raksasa Dewa pelindung Demacia yang jatuh dari atas langit.
Swain yang tadinya sangat sombong dan banyak bicara, kini dia tidak bisa berkata apa-apa, bola matanya yang mulai membesar seolah-olah dia sangat kaget melihat kekuatan Garen. Jantungnya kini mulai berdegup kencang, semua tubuhnya mulai bergemetar ketakutan.
Garen-League-of-Legends-Fan-Art-190116
Garen mulai mengangkat wajahnya, dan menatap Swain dengan tatapan yang sangat tajam, kemudian dia berkata dengan sangat lantang.
garen_the_might_of_demacia_by_bladdneart-d7z4dre

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang pemimpin yang kuat pun ada batasannya. Tanahku ini memiliki banyak kisah yang sudah kulalui. Aku tumbuh dan besar di pegunungan Demacia. Jadi siapapun yang berani merusaknya, akan aku hadapi orang tersebut. Walaupun aku terbunuh nanti, aku tetap bangga dan mati secara terhormat karena mampu membela tanah airku Demacia”
To Be Continued …………………………

Source :

http://hasagi.gg/arts/cerita-dunia-league-of-legends-versi-hasagi-eps-01/

Komentar

Postingan Populer