Story Around League of Legends - Hasagi's Version Part II
“Shunpo, Gerakan Indah Dengan Tarian Pisau Belati”
Dengan keberanian dan kekuatan yang telah Garen tunjukkan, membuat pasukan Demacia kembali bersemangat untuk bertempur. tak melihat separah apa kehancuran yang sudah terjadi tak peduli seberapa banyak goresan dari pedang yang menyisahkan luka di tubuh mereka.
Pasukan Demacia kembali bangkit, pasukan Demacia kembali hidup dan pasukan Demacia kini kembali siap untuk bertempur dengan semangat yang membara, mereka mulai mengangkat senjata-nya mengambil tombak, pedang dan perisai yang jatuh di tanah.
Tak ada rasa takut lagi dari mereka, Garen secara tidak langsung mampu menghidupkan kembali jiwa-jiwa pasukan Demacia yang kehilangan semangat untuk bertempur.
Langkah demi langkah Garen mulai menghampiri Swain, Swain kini mulai ketakutan dan melihat aura yang begitu kuat dari Garen. teriakan penyemangat dari pasukan Demacia semakin keras saja terdengar.
Di saat Garen hampir mendekati Swain, tapi tiba-tiba ada lemparan pisau yang sangat cepat langsung mendarat tepat dihadapan Garen, yang serentak langsung menghentikan langkahnya. dengan melihat dari bentuk pisau tersebut dan cara melemparkannya, Garen tahu pisau belati itu milik siapa dan dia-pun hanya bisa tersenyum setelah melihat pisau tersebut.
Ternyata benar di atas batu yang besar sudah ada wanita cantik berambut merah yang sedang berdiri sambil memainkan pisau belatinya, dan dia adalah the Sinister Blade yaitu Katarina.

Katarina berkata, “Cukup Garen itu adalah batasannya, jangan sampai kau melanjutkan lagi langkah mu itu, nampaknya kau sangat bersemangat sekali ya ingin menemui ku.”
Garen tersenyum dan menjawabnya, “Memang kenapa? Apa kau tidak sadar, sekarang kau berada di tempatku, tentu saja aku bebas berjalan ke mana saja yang aku mau.”
Garen pun melanjutkan pembicaraannya, “Dan ternyata dunia Runetra ini begitu sempit sehingga dengan mudah kita mampu bertemu kembali.”
Katarina langsung menjawab, “Ya tapi pertemuan kita kali ini sangat lah berbeda, sekarang kita tahu siapa diri kita masing-masing. Dan satu lagi Garen, kita sering bertemu bukan karena dunia Runetra yang sempit melainkan itu semua terjadi karena kau yang selalu merindukan ku. Bkan kah begitu, Garen?”
Pasukan Noxus mulai membidik-kan anak panahnya kepada Garen, tapi Katarina langsung mencegahnya.
Dan Katarina berkata pada pasukannya, “Kalian ini hanyalah seorang prajurit Noxus biasa. Jadi janganlah bermimpi untuk melawan Garen, karena Garen adalah milikku!”
Di sisi lain pasukan Demacia yang ingin membantu Garen ‘pun langsung dicegah oleh Jarvan.
“Kalian tidak usah takut, biarkan lah mereka berduel di medan pertempuran ini. Kita hanya cukup melihat seni pertempuran yang akan mereka tunjukan,” begitu kata Jarvan.
Suasana mulai hening sejenak, hanya terdengar suara hembusan angin yang makin kencang dan beberapa tetesan air hujan membasahi medan pertempuran, matahari mulai terbenam cahayanya pun kini mulai meredup, tapi pertarungan dua kesatria sejati ini baru saja akan dimulai. Semua mata terfokus kepada Garen dan Katarina, mereka sepertinya sudah tidak sabar ingin melihat pertarungan yang luar biasa dari dua kesatria tersebut.
Katarina mulai melemparkan kedua pisau belatinya tepat di atas Garen, Garen yang sedang fokus melihat pisau yang melayang di atasnya.

Nampaknya Garen tak menyadari bahwa ternyata Katarina sudah berada di belakang dia yang kemudian berhasil menghunuskan pisau ke punggung Garen, tebasan pertama dari Katarina berhasil melukai Garen.
Katarina “Nampaknya kini kau semakin melambat saja Garen? Bagaimana rasanya tebasan belatiku ini? Apa sangat menyakitkan, hmmm aroma darahmu ini begitu segar untukku!”
Garen “Apa kau sedang bercanda wanita nakal? Bagiku ini hanyalah sapaan hangat darimu. Aku tau nampaknya kau tidak akan tega untuk menyakitiku.”
Katarina “Ohhh begitukah? Baik, kali ini aku akan bermain lebih kejam sedikit, sayang!”
Garen langsung membalikkan badannya dan mulai mengayunkan pedangnya ke arah Katarina, dengan sangat cepatnya Katarina langsung bergerak ke samping untuk menghindari serangan dari Garen.
Dua pisau sekaligus langsung Katarina lemparkan ke arah Garen, tapi kini Garen berhasil menangkisnya, Garen langsung mengangkat pedang dan menghantamkannya kepada Katarina.
Tapi lagi-lagi Katarina mampu bergerak dengan cepat untuk menghindari serangan Garen.
Inilah yang dinamakan Shunpo, yaitu teknik andalan dari Katarina yang mampu membuat dia bergerak dengan sangat lincah dan berpindah tempat dengan sangat cepat.

Beberapa pisau dia lemparkan ke udara Katarina bergerak kesana kemari sambil berputar memainkan pisau belatinya. Dia mampu bergerak begitu cepat sehingga tidak terlihat sama sekali pergerakannya. Garen pun sangat kesulitan menghalau semua serangan dari Katarina itu.
Dan pada akhirnya Katarina berhasil menyerang Garen secara bertubi-tubi dengan tarian indah dari pisau belati miliknya, darah pun mulai bercucuran dari tubuh Garen tapi itu semua tidak menyurutkan dia untuk berhenti melawan. Garen mengumpulkan energy miliknya untuk membuat shield pelindung, dan kini dia mulai memutarkan pedangnya, yang pada akhirnya serangan dari Garen ini berhasil mengenai Katarina dan membuat dia terpental cukup jauh.
Seni pertempuran yang sangat begitu indah mereka tunjukkan kepada semua orang di medan tempur, saat semua orang sedang ter fokus melihat keindahan pertempuran dari Katarina dan Garen.

Ternyata dari arah timur sudah ada pasukan yang berbondong-bondong yang sedang berlari menuju ke arah mereka.

Ternyata mereka adalah pasukan Batalion 13 Demacia, yang dipimpin oleh Fiora dan Xin Zhao.
Swain yang menyadari bahwa ternyata Noxus sudah kalah akhirnya memerintahkan pasukannya untuk mundur dan kembali ke Noxus.
Sementara itu Garen dan Katarina malah semakin sengit saja dalam bertempur. Keduanya saling menyerang satu sama lain, benar-benar pertarungan yang seimbang dan luar biasa dari mereka berdua.
Pasukan Batalion 13 Demacia mulai makin mendekat. dan pada akhirnya Katarina mengeluarkan teknik andalannya yaitu Death Lotus, Katarina berputar-putar sambil melemparkan ratusan pisau belatinya ke arah Garen.

Tapi aneh, dari ratusan pisau tersebut tak ada satupun yang berhasil menancap di tubuh Garen.
Katarina “Apa kau tau Garen, teknik ini adalah salah satu teknik yang sangat mematikan dan begitu terkenal di Noxus. Jika aku sudah mengeluarkan Death Lotus, sudah dipastikan tidak akan ada yang selamat, puluhan nyawa pasti akan mudah aku habisi dengan teknik ini!”

“Tapi untuk kali ini jurus itu hanyalah salam penutup dariku untuk pertempuran kita yang sekarang. Ingat aku belum puas untuk bermain-main denganmu Garen, dan waktu pasti akan mempertemukan kita kembali sayang!”
Katarina langsung berbalik sambil mengedipkan matanya ke arah Garen.
Mendengar ucapan dari Katarina itu Garen pun hanya tersenyum dan menjawabnya, “Kapanpun itu aku pasti akan selalu menunggumu Katarina!”

To Be Continued . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Source :

Komentar
Posting Komentar